Bunyi
Bel yang menandakan jam istirahat dimulaipun berbunyi. Segerombolan anak
berlarian keluar kelas, aku pun hanya melihat dari jendela kelas dan berbincang
dengan Charles temanku.
“Kenapa sih kamu bisa pintar ?” kataku kepada Charles
sambil melihat ulanganya yang mendapat nilai seratus.
“Saya kan sudah belajar semalaman suntuk kemarin , ya
wajar saja kalau saya mendapatkan nilai seratus” saut Charles dengan nada
sombong.
“Oh
begitu...” sautku dengan nada pelan. Bukan hanya sekali saja Charles sombong begitu kepadaku , setiap kali
dia mendapat nilai seratus dia pasti akan menunjukan nilainya kepadaku . Akupun
tidak pernah merasa kesal terhadap sikap Charles yang selalu menyombongkan
nilain ya tapi aku malah merasa penasaran , “Kenapa Charles selalu bisa
mendapatkan nilai seratus ? tanyaku dalam hati .
Malamnya akupun memikirkan hal itu , hampir seluruh jam
belajarku tersita gara-gara memikirkan hal ini . Keesokan harinya di depan
kelas sebelum bel masuk berbunyi , aku melihat
Charles sedang mengobrol dengan teman baiknya yang bernama Kimy sang
juara kelas. Akupun penasaran dengan pembicaraan mereka . Akupun langsung
bergabung dan ikut mengobrol bersama mereka. Ternyata mereka sedang
membicarakan tentang hasil ulangan kemarin. Disela sela pembicaraan Charles pun
menunjukan nilainya kepada Kimy namun kali ini Charles tidak sesombong saat
menunjukan nilainya padaku, mungkin karena disebelahku ada Kimy yang
mendapatkan nilai seratus juga pada saat ulangan kemarin.
Kriiiiing.... Bel masuk pun berbunyi kami pun segera masuk
kedalam kelas, seperti biasa aku sebangku dengan Kimy. Bu guru langsung masuk
kelas dan memberikan soal latihan. Seluruh murid di kelasku langsung
mengeluarkan alat tulisnya dan siap mengerjakan soal latihan. Aku tak mau kelah
dengan teman-temanku, kami pun mengerjakan latihan dengan suasana hening . Guru
kelasku pun meminta ijin untuk keluar kelas karena ada urusan mendadak dan
memberitahukan bahwa besok ada ulangan. Sembari mengerjakan soal aku pun
bertanya kepada Kimy . “Kamu tau kenapa Charles bisa sepintar sekarang ?
biasanya kan Charles selalu mendapatkan nilai di bawah 7.” Tanyaku sambil
berbisik.
“hmmm , Kimy juga nggak tau nih , padahal si Charles kan
anaknya pemalas. Tapi Kimy gamau berburuk sangka dulu, siapa tau Charles sudah
berubah.” Balas Kimy kepadaku.
Kriiiiiiiinggg
, tak terasa jarum jam telah menunjukan pukul 02.10 bel tanda pulang sekolah
pun berbunyi. Seluruh siswa di kelasku bergegas meninggalkan kelas termasuk
Charles dan Kimy kecuali aku. Aku yang masih penasaran tentang nilai Charles
mulai bergegas memeriksa meja yang diduduki Charles. Kulihat kertas yang
sedikit lecek di bawah meja Charles, aku pun mulai menebak kertas apakah itu.
Ternyata tebakanku benar rupanya itu adalah contekan ulangan kemarin lusa. Aku
segera menyimpan kertas itu dan akan memberikanya kepada Charles agar dia
mengakui perbuatanya itu.
Keesokan harinya aku pun langsung membicarkan
permasalahan ini kepada Charles dan akhirnya setelah beberapa pertanyaan jitu
aku lontarkan , Charles pun mengakui perbuatanya dan meminta maaf kepada guru dan seluruh murid di kelas dan berjanji
tidak akan mengulanginya lagi.

Keren nih bi cerpennya ngajarin kita ttg kejujuran. Btw, ini cerpennya lo yg buat?
BalasHapusalhamdulillah iya :) , copas ? ain't nobody got time for that ! haha
Hapusooh begitu, iyadeh lo berbakat jadi penulis.. :|
Hapusamiiii deh !!! ~~~
Hapuswiii.. keren!!
BalasHapusweeee makasih .. !!!
HapusCerpen b indo
BalasHapusiyaaa wkwkwk. sambil menyelam minum kobokan
Hapus