Jumat, 25 Oktober 2013

Cerita Pendek : Rahasia Charles




Bunyi Bel yang menandakan jam istirahat dimulaipun berbunyi. Segerombolan anak berlarian keluar kelas, aku pun hanya melihat dari jendela kelas dan berbincang dengan  Charles temanku.
“Kenapa sih kamu bisa pintar ?” kataku kepada Charles sambil melihat ulanganya yang mendapat nilai seratus.
“Saya kan sudah belajar semalaman suntuk kemarin , ya wajar saja kalau saya mendapatkan nilai seratus” saut Charles dengan nada sombong.
“Oh begitu...” sautku dengan nada pelan. Bukan hanya sekali saja  Charles sombong begitu kepadaku , setiap kali dia mendapat nilai seratus dia pasti akan menunjukan nilainya kepadaku . Akupun tidak pernah merasa kesal terhadap sikap Charles yang selalu menyombongkan nilain ya tapi aku malah merasa penasaran , “Kenapa Charles selalu bisa mendapatkan nilai seratus ? tanyaku dalam hati .
        Malamnya akupun memikirkan hal itu , hampir seluruh jam belajarku tersita gara-gara memikirkan hal ini . Keesokan harinya di depan kelas sebelum bel masuk berbunyi , aku melihat  Charles sedang mengobrol dengan teman baiknya yang bernama Kimy sang juara kelas. Akupun penasaran dengan pembicaraan mereka . Akupun langsung bergabung dan ikut mengobrol bersama mereka. Ternyata mereka sedang membicarakan tentang hasil ulangan kemarin. Disela sela pembicaraan Charles pun menunjukan nilainya kepada Kimy namun kali ini Charles tidak sesombong saat menunjukan nilainya padaku, mungkin karena disebelahku ada Kimy yang mendapatkan nilai seratus juga pada saat ulangan kemarin.
        Kriiiiing....  Bel masuk pun berbunyi kami pun segera masuk kedalam kelas, seperti biasa aku sebangku dengan Kimy. Bu guru langsung masuk kelas dan memberikan soal latihan. Seluruh murid di kelasku langsung mengeluarkan alat tulisnya dan siap mengerjakan soal latihan. Aku tak mau kelah dengan teman-temanku, kami pun mengerjakan latihan dengan suasana hening . Guru kelasku pun meminta ijin untuk keluar kelas karena ada urusan mendadak dan memberitahukan bahwa besok ada ulangan. Sembari mengerjakan soal aku pun bertanya kepada Kimy . “Kamu tau kenapa Charles bisa sepintar sekarang ? biasanya kan Charles selalu mendapatkan nilai di bawah 7.” Tanyaku sambil berbisik.
“hmmm , Kimy juga nggak tau nih , padahal si Charles kan anaknya pemalas. Tapi Kimy gamau berburuk sangka dulu, siapa tau Charles sudah berubah.” Balas Kimy kepadaku.
Kriiiiiiiinggg , tak terasa jarum jam telah menunjukan pukul 02.10 bel tanda pulang sekolah pun berbunyi. Seluruh siswa di kelasku bergegas meninggalkan kelas termasuk Charles dan Kimy kecuali aku. Aku yang masih penasaran tentang nilai Charles mulai bergegas memeriksa meja yang diduduki Charles. Kulihat kertas yang sedikit lecek di bawah meja Charles, aku pun mulai menebak kertas apakah itu. Ternyata tebakanku benar rupanya itu adalah contekan ulangan kemarin lusa. Aku segera menyimpan kertas itu dan akan memberikanya kepada Charles agar dia mengakui perbuatanya itu.

      Keesokan harinya aku pun langsung membicarkan permasalahan ini kepada Charles dan akhirnya setelah beberapa pertanyaan jitu aku lontarkan , Charles pun mengakui perbuatanya dan meminta maaf kepada  guru dan seluruh murid di kelas dan berjanji tidak akan mengulanginya lagi.

8 komentar :